Gubernur Lemhannas dan Dirjen Pendis Bahas Santri Pancasilais

lemhanas1Bertempat di aula IAIN Sunan Ampel, pada Jumat (10/2) Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. dan Dirjend Pendis, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. duduk satu meja dalam kuliah umum untuk membahas Pancasila di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Kuliah umum tersebut diadakan oleh Pusat Studi Pancasila dan Agama (PUSPA) berangkat dari temuan riset lembaga tersebut bertema Respon Santri Terhadap Pancasila.


Dalam paparannya, Gubernur Lemhannas tersebut menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di tengah-tengah cyber-war yang tidak mengandalkan kekuatan senjata secara fisik. Cyber-war yang terjadi saat ini lebih mengutamakan pertarungan, mempengaruhi dan penguasaan cara berpikir orang agar sesuai dengan kehendak yang menggerakkan cyber-war tersebut. Ketika cara berpikir orang telah dikuasai, maka gerak apapun darinya akan dapat dikendalikan.

Berangkat dari fakta inilah maka Pancasila sebagai ideologi bangsa memiliki peran penting dalam rangka membangun jiwa dan ruh kebangsaan tiap warga negara Indonesia untuk benar-benar menjadi manusia Indonesia yang sesuai dengan semangat Pancasila. "Dalam kondisi cyber-war inilah kita perlu untuk selalu meneguhkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan kita tentang nilai-nilai Pancasila", ujarnya disambut dengan applaus dari ratusan peserta yang memenuhi aula IAIN Sunan Ampel.
Senada dengan itu, Dirjend Pendis, Prof. Nur Syam juga mengingatkan kembali kepada tiap elemen bangsa ini untuk tidak melakukan tindakan anarkhisme kepada kelompok manapun yang cenderung radikal dan anarkhis. Menyadarkan atau membenarkan sesuatu yang salah tidak dapat dilakukan dengan cara-cara yang salah. Menurutnya, lebih tepat untuk selalu bersikap santun dan baik pada siapapun sambil tiada henti berdialog untuk mencapai pemahaman yang sesuai dengan maksud para founding fathers bangsa ini. Dialog dan pemantapan pemahaman ini secara strategis dapat dijalankan melalui jalur pendidikan.
Berawal dari konteks inilah, sebagai salah satu elemen penting dari bangsa ini, masyarakat muslim, khususnya kalangan santri diharapkan memiliki upaya-upaya jitu untuk memperdalam pengetahuan dan penghayatan tentang Pancasila, sekaligus tidak bosan-bosan untuk terus mengaplikasikan Pancasila sebagai ruh bangsa ini. "Saya termasuk orang yang meyakini bahwa santri kita ini tidak hanya menerima Pancasila, sebab para ulama dulu juga tidak hanya menerima Pancasila, tapi juga mempelajari, menghayati, mengamalkan sekaligus menjaganya demi keutuhan bangsa dan negara", ujar Dirjend yang baru dilantik ini.

Pendapat dua nara sumber ini sejalan dengan pemikiran Prof. Dr. Abd. A'la, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan SDM IAIN Sunan Ampel ketika menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut. Dalam sambutan itu, Prof. A'la menyampaikan bahwa forum-forum seperti ini sangat perlu untuk dilakukan sebagai upaya menyediakan ruang penyadaran pada siapapun yang masih memiliki interpretasi atau pandangan yang kurang sesuai dengan Pancasila. "Ketika masih ada kelompok yang mempertanyakan posisi Pancasila, maka disitulah kewajiban kita untuk membantu mereka agar lebih memahami. Salah satunya adalah kegiatan-kegiatan seperti ini", ujarnya.

Kuliah umum ini sebenarnya diadakan sebagai tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh PUSPA IAIN Sunan Ampel bertema Respon Santri Terhadap Pancasila. Kuliah umum ini diadakan dua sesi. Pertama diisi oleh Gubernur Lemhannas dan Dirjend Pendis, sedang sesi kedua dilaksanakan setelah shalat jumat yang dihadiri oleh Masdar Farid Mas'udi dari PBNU dan Bakesbangpol dan Linmas Jatim. "Kegiatan ini hanya salah satu dari banyak hal yang akan kita lakukan kedepan demi menjaga Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan", ujar Suyikno, Direktur PUSPA.
Rangkaian kegiatan ini berakhir jam 15.30 WIB di aula IAIN Sunan Ampel setelah terjadi dialog antara peserta dengan nara sumber sesi tersebut.(c)

Berita terkait

Share